conversation with devil
“Aku bingung”
Setan membisikkannya perlahan sekali di telingaku: ”Tutup matamu. Lakukan saja.”
Aku menggeleng. “No. It’s not good. SO NOT GOOD.”
Ia berbisik lagi : “Kamu menginginkannya kan?”
Aku tetap menggeleng. “Tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri nggak akan melakukannya lagi.”
Ia tersenyum mengejek. “Oh, ya? Kamu sendiri nggak yakin bisa menepatinya kan?”
“Hey, I’m trying here. Aku emang bukan orang suci, tapi at least biarkan aku melakukan satu hal ini dengan benar.”
“Udahlah, nyerah aja.. Apa susahnya sih? Daripada kamunya capek terus.”
“Shut up you!”
“Oh, come on, dear. Admit it. You’re stuck.”
“No, I’m not.”
“You’re denying. Can’t fool me, dear. I know exactly what’s on your mind.”
…
…
Aku terdiam.
…
…
Mungkin dia ada benarnya juga.
Mungkin lebih baik begini.
Membiarkan semuanya berjalan kembali seperti semula.
Merelakan ketidakbenaran ini terus berlanjut.
Menikmatinya tanpa ekspektasi.
Melakukan semuanya tanpa beban.
Seperti tak ada hari esok.
“Hey, what a beautiful mess this is.. It’s like, picking up trash in dresses..”
[Setan sedang tertawa puas di salah satu sudut gelap pikiranku. Meninggalkan aku di sudut yang lain, tertunduk malu. Once again, I lose my own battle..]


Damn You. Damn.
What is this all about?
ratih said this on August 29, 2008 at 3:45 am
maksudnya apaan sih ned? melakukan apa nih…..
hmmmm…… hihihi >:]
yudhis said this on December 7, 2008 at 9:34 pm
hihi.. kenapa ya semua orang pada ribut sama postingan blog yang ini..
well, people..actually, it’s about the ups-and-downs in my spiritual life during that time. wajar sih kalo pada banyak yang gak nyambung, secara ini intrapersonal affair. hehe.
anedya said this on December 8, 2008 at 8:41 am